Sabtu, 20 Desember 2025 – Sakinah Finance Outlook 2026 kembali menghadirkan diskusi strategis mengenai arah perkembangan ekonomi syariah global. Acara ini dihadiri oleh edukator dan profesional keuangan seperti Bibi Jan Mohd Ayub, pendidik dan konselor keuangan keluarga dari Singapura dengan lebih dari 40 tahun pengalaman; Farisah Amanda, peneliti Sakinah Finance yang berdomisili di Inggris (UK); Laili Hudaifah, praktisi pendidikan finansial di Nevada, Amerika Serikat; serta Harri Gemilang, profesional keuangan korporasi dan analis strategi yang bekerja di Arab Saudi.
Gelaran tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar wacana, melainkan arah baru pembangunan yang relevan dalam menghadapi tantangan 2026, khususnya bagi keluarga.
Acara dibuka oleh Murniati Mukhlisin atau yang akrab dipanggil Madam Ani selaku Pimpinan Sakinah Finance, sekaligus Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Islam Tazkia, yang menyampaikan kondisi dan prospek ekonomi syariah serta keuangan Indonesia. Ia menyoroti peningkatan konsumsi Muslim, tumbuhnya minat masyarakat terhadap produk keuangan syariah, serta peluang sektor riil halal yang semakin kompetitif. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya kesiapan kebijakan literasi dan inklusi sebagai fondasi keberlanjutan untuk meningkatkan kesehatan keuangan (financial health) masyarakat sesuai prinsip syariah.
Dari Amerika Serikat, Laili Hudaifah membagikan perspektif mengenai dinamika ekonomi AS dan munculnya instrumen keuangan syariah yang mulai dapat diakses masyarakat. Meski volumenya masih kecil dibandingkan instrumen konvensional, tren ini dinilai sebagai babak baru. “Perubahan harus dimulai dari individu yang berani belajar dan berkomitmen menjalankan prinsip syariah” katanya. Laili juga menyoroti meningkatnya kesadaran lembaga pendidikan yang mulai memasukkan materi ekonomi syariah sebagai kurikulum alternatif.
Masuk ke sesi Inggris, Farisah Amanda memaparkan potret ekonomi syariah dan pasar halal di UK. Ia menyebut perbankan, takaful, industri halal, lembaga sosial, hingga pasar modal telah bergerak aktif dalam kerangka syariah dan mulai difasilitasi oleh sistem regulasi yang lebih terbuka. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, Inggris dinilai telah berhasil membangun fondasi yang kuat dan terstruktur bagi ekonomi syariah. Hal ini menjadi sinyal bahwa keuangan syariah dan industri halal adalah sektor yang semakin diakui secara global.
Berikutnya dari Arab Saudi, Harri Gemilang menguraikan arah kebijakan ekonomi syariah dalam konteks Saudi Vision 2030. Menurutnya, Saudi kini memprioritaskan ekonomi berkelanjutan, tata kelola keuangan modern, dan ekosistem regulasi yang progresif. Penerapan prinsip syariah dalam kerangka pembangunan nasional menjadi contoh nyata bahwa sinergi kebijakan dan komitmen negara dapat menghasilkan prospek ekonomi yang cerah. Ia menilai bahwa beberapa aspek kebijakan Saudi layak menjadi rujukan strategis bagi Indonesia.
Dari Singapura, Bibi Jan menambahkan bahwa perkembangan ekonomi syariah di negaranya memang belum setara dengan Indonesia atau Saudi. Namun, dukungan pemerintah yang mulai mengelola perbankan syariah menunjukkan arah kemajuan yang jelas. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga berbasis nilai syariah, bukan hanya teori. Dalam konteks era digital, ia memperingatkan meningkatnya risiko kejahatan finansial seperti scam dan fraud, sehingga penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, proteksi data, dan literasi digital.
Penutup & Rekomendasi Kebijakan
Diskusi ditutup oleh Luqyan Tamanni selaku Pendiri Sakinah Finance sekaligus Head of BSI Institute, Bank Syariah Indonesia yang merangkum hasil pembahasan sekaligus memberikan rekomendasi strategis. Menurutnya, tahun 2026 terlihat prospektif dengan indikator meningkatnya konsumsi Muslim, minat investasi emas, hingga tren perencanaan finansial yang lebih matang. Namun, ia mengingatkan adanya pergeseran perilaku konsumsi—masyarakat kelas menengah mulai memilih produk yang lebih terjangkau sebagai bentuk rasionalisasi finansial. Hal ini menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai adaptif, namun membutuhkan bimbingan arah perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk persiapan dana pensiun.
Sebagai kesimpulan, forum ini menghasilkan rekomendasi kebijakan berikut:
1) Perluasan literasi keuangan syariah berbasis keluarga, didukung kurikulum formal dan non-formal.
2) Penguatan regulasi keuangan berbasis digital untuk pencegahan kejahatan finansial syariah.
3) Pengembangan produk keuangan syariah yang mudah diakses, berorientasi kebutuhan rumah tangga dan UMKM.
4) Perbandingan kebijakan dengan negara-negara maju seperti Arab Saudi dan Inggris untuk meningkatkan kualitas regulasi nasional.
5) Insentif fiskal dan dukungan ekosistem halal, terutama untuk komunitas dan sektor pemberdayaan berbasis syariah.
*Tentang Sakinah Finance Outlook*
Sakinah Finance Outlook adalah forum diskusi semesteran lintas negara yang membahas tren global, struktur kebijakan, serta arah pembangunan ekosistem keuangan syariah berbasis keluarga dan masyarakat.
Sumber: Humas Sakinah Finance
Kontak Media
Sakinah Finance
Email: hello@sakinahfinance.com
Instagram: sakinahfinance

Leave a Reply