Chicago, 11 Juli 2026 – Tingginya kebutuhan akan literasi ekonomi syariah di kalangan diaspora Indonesia mendorong Pengajian Chicago, Dompet Dhuafa USA, dan Sakinah Finance menggelar kajian bertema Ekonomi Keluarga Islami di Indiana, Amerika Serikat. Kegiatan yang dihadiri sekitar 75 jamaah ini merupakan bagian dari rangkaian “Halaqah Across USA and Canada with Madam Ani”, yang menyasar komunitas Muslim Indonesia di berbagai kota di USA dan Canada.

Founder Sakinah Finance sekaligus Guru Besar Universitas Tazkia, Madam Ani, menjadi narasumber utama dengan mengangkat tema penguatan ekonomi keluarga melalui pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) serta pemahaman hukum waris Islam. Ia didampingi Nina Marliani dari Sakinah Finance, Executive Director Dompet Dhuafa USA Sitti Sahro Locke, dan pendiri Comfasion USA Thomas Locke.
Acara berlangsung di kediaman Iskandar, tokoh senior masyarakat Muslim Indonesia di Indiana yang selama ini aktif membina komunitas dan kegiatan dakwah bagi diaspora Indonesia.
Dalam paparannya, Madam Ani menegaskan bahwa ZISWAF bukan sekadar instrumen kepedulian sosial, melainkan juga menjadi sarana membangun ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Manfaat zakat, infak, sedekah, dan wakaf tidak hanya dirasakan oleh penerimanya. Justru mereka yang menunaikan ZISWAF akan memperoleh keberkahan, ketenangan, dan keberlanjutan dalam kehidupan ekonomi maupun spiritualnya,” ujar Madam Ani.
Sahro Locke mengatakan bahwa banyak jama’ah salah pemahaman tentang donasi yang disebutnya zakat. “Zakat itu berbeda, diatur bagaimana cara menghitung dan menyalurkannya” Sahro menegaskan.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami hukum waris Islam sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga. Menurutnya, pembagian harta warisan yang mengikuti ketentuan syariah dapat menciptakan keadilan sekaligus meminimalkan konflik antar anggota keluarga.
Khusus bagi warga negara Indonesia yang menetap di Amerika Serikat, Madam Ani menekankan pentingnya menyelaraskan ketentuan syariah dengan regulasi hukum setempat melalui penyusunan wasiat yang sah secara hukum.
“Perencanaan waris menjadi semakin penting bagi diaspora. Wasiat yang sesuai dengan ketentuan hukum negara tempat tinggal akan memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan nilai-nilai syariah tetap dapat dijalankan,” jelasnya.
Selain membahas ZISWAF dan waris, Madam Ani turut memaparkan perkembangan industri keuangan syariah global yang terus menunjukkan pertumbuhan dan membuka peluang bagi penguatan ekonomi umat, termasuk melalui kontribusi diaspora Indonesia di berbagai negara.
Indiana menjadi destinasi kelima dalam rangkaian Halaqah Across USA and Canada setelah Ottawa, Montreal, Kingston, dan Toronto. Setelah ini, kegiatan akan berlanjut ke New York, Washington DC, Florida, dan Baltimore sebagai bagian dari upaya memperluas literasi ekonomi syariah bagi masyarakat Indonesia di Amerika Utara.
“Kami juga hadir untuk mendampingi para muallaf Amerika yang menikah dengan WNI untuk praktik ibadah, baca Al-Qur’an dan konsultasi” ujar Thomas Locke ketika mengenalkan Comfasion di hadapan Mike, John, dan Tom yang hadir di halaqah.
Di sela rangkaian halaqah tersebut, Madam Ani juga dijadwalkan menghadiri International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC) 2026 yang akan diselenggarakan pada 15–16 Juli 2026 di Bank Dunia, Washington DC. Konferensi internasional tersebut digelar melalui kolaborasi IMAAM, Universitas Tazkia, Sakinah Finance, dan EDS16 untuk memperkuat kontribusi ekonomi dan keuangan syariah terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Pengajian Chicago, Dompet Dhuafa USA, dan Sakinah Finance berharap semakin banyak diaspora Indonesia yang memiliki pemahaman menyeluruh mengenai ekonomi syariah, sehingga mampu membangun keluarga yang tangguh secara finansial sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sumber: Humas Sakinah Finance


