Tangerang, 30 Mei 2026, Sebanyak 100 penyandang disabilitas mengikuti kegiatan Kajian Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, Literasi Juru Sembelih Halal, dan Qurban untuk Disabilitas yang diselenggarakan di Masjid Agung Al-Ma’mur, Kuta Baru, Tangerang, bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Sakinah Finance, UPZ Sobat Syariah, AirNav Indonesia, dan Halal Indonesia, dengan dukungan CT ARSA Foundation, DKM Masjid Agung Al-Ma’mur, para pekurban, relawan, serta berbagai komunitas disabilitas.
Peserta berasal dari berbagai komunitas disabilitas, di antaranya HWDI, YDMI, KDM, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Raudhatul Makfufin, Jiwa Netra Indonesia, CADAS, DCBJ, dan SHG Cenderawasih Karawaci.

Kegiatan diawali dengan penyembelihan hewan qurban, dilanjutkan dengan pembukaan acara, tilawah Al-Qur’an oleh perwakilan peserta, sambutan para mitra, edukasi literasi keuangan syariah, pelatihan bisnis Perbaikan HP, pelatihan konten digital, literasi juru sembelih halal, hingga pembagian daging qurban kepada peserta dan masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Murniati Mukhlisin selaku CEO dan Pendiri Sakinah Finance menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas penyandang disabilitas melalui pendidikan dan literasi keuangan.
“Sakinah Finance hadir untuk mengedukasi masyarakat, khususnya sahabat disabilitas, agar menjadi pribadi yang berdaya, intelek, memiliki pemahaman literasi keuangan yang baik, serta mampu mengelola keuangan secara bijak untuk mencapai kesejahteraan hidup.” ujar Murniati
Murniati menjelaskan bahwa Sakinah Finance selama ini tidak hanya fokus pada edukasi keuangan syariah, tetapi juga mengembangkan program-program ta’awun dan pemberdayaan disabilitas agar tercipta masyarakat yang lebih inklusif dan mandiri.
Ketua UPZ Sobat Syariah, Nina Marliani menyampaikan bahwa dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki peran strategis dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.
“UPZ Sobat Syariah berupaya menghadirkan manfaat zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif sehingga dapat membantu masyarakat menjadi lebih mandiri dan berdaya.” Ujar Nina Marliani.
Sementara itu, Farchan Jamil selaku Vice President CSR AirNav Indonesia, menegaskan komitmen AirNav Indonesia dalam mendukung berbagai program sosial yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“AirNav Indonesia percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung sahabat disabilitas agar semakin berdaya, mandiri, dan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidupnya.”
Dalam kesempatan yang sama, Farchan Jamil juga menyampaikan harapan agar para peserta dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari mata rantai kebaikan di masa depan.
“Hari ini mungkin sebagian peserta hadir sebagai penerima manfaat. Namun kami berharap suatu saat nanti mereka dapat menjadi pribadi yang mandiri, berkontribusi bagi masyarakat, bahkan menjadi muzakki yang turut membantu sesama.” Ujar Farchan Jamil.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia (BPJPH) RI. Dalam sambutannya, Mohammad Farid Wadjdi menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Negara hadir untuk masyarakat. Dalam hal ini BPJPH siap mendukung berbagai program sosial, ikut membangun masyarakat, dan mendorong agar masyarakat menjadi lebih baik.”
Farid Wadjdi juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang penyembelihan halal.
“Orang yang menyembelih harus memahami ilmunya, memiliki kompetensi yang memadai, mengetahui tata cara penyembelihan yang sesuai syariat, dan memiliki sertifikasi yang diperlukan. Hal ini penting untuk menjaga standar kehalalan dan kualitas produk yang dihasilkan.”
Pada sesi edukasi, Luqyan Tamanni, selaku co founder Sakinah Finance memberikan materi mengenai Perencanaan Keuangan Syariah yang mengajak peserta memahami pentingnya menetapkan tujuan keuangan dan menyusun strategi untuk mencapainya.

Peserta diberikan pemahaman mengenai cara menentukan prioritas keuangan, mengelola pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, serta mempersiapkan berbagai tujuan masa depan seperti pendidikan anak, umrah, qurban, modal usaha, hingga dana pensiun.
“Setiap orang memiliki impian dan tujuan hidup. Agar impian tersebut dapat diwujudkan, maka perlu direncanakan secara sistematis melalui pengelolaan keuangan yang baik dan sesuai prinsip syariah.”
Selain sesi literasi keuangan, peserta juga mendapatkan pelatihan bisnis Perbaikan HP dari Effendi, pelatihan digital creative content oleh Tasha Safira dan Guvita Anggraini, serta literasi juru sembelih halal oleh Parlin yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan membuka peluang ekonomi baru bagi para penyandang disabilitas.
Dalam momen tersebut, Murniati Mukhlisin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi besar untuk menghadirkan literasi keuangan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Literasi keuangan bukan hanya tentang uang. Ini tentang membangun masa depan, meningkatkan kualitas hidup, dan membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih baik. Kami ingin sahabat disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih kemandirian finansial.”
Sementara itu, Farid Wadjdi menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang menggabungkan aspek edukasi, pemberdayaan, dan syiar halal.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena menggabungkan unsur edukasi keuangan, pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, dan literasi halal dalam satu rangkaian program. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.”

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Hasan Alfarizy dari Divisi CSR AirNav Indonesia, dilanjutkan dengan pembagian konsumsi, uang transport peserta, serta distribusi daging qurban.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, komunitas disabilitas, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun masyarakat yang inklusif, mandiri, berdaya, serta memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan syariah dan nilai-nilai kebermanfaatan sosial.

Sumber:
Humas Sakinah Finance


