Bogor, 22 Mei 2026. Sakinah Finance turut berkontribusi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum yang diselenggarakan secara daring oleh STIM Budi Bakti untuk konsentrasi Manajemen Keuangan.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi dan akademisi guna membahas penguatan kurikulum yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi keuangan digital.

Dalam forum tersebut, perwakilan hadir Andi Irawan selaku trainer mewakili Sakinah Finance. Andi menyampaikan pentingnya membangun kurikulum yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu menjawab tantangan nyata industri keuangan modern.
Mengusung tema “Penguatan Kurikulum Adaptif dan Inovatif Berbasis Sociotechnopreneur untuk Mencetak Lulusan Unggul Bersinergi dengan Industri dan Teknologi”, diskusi menyoroti perlunya transformasi kurikulum agar lebih responsif terhadap perubahan regulasi, perkembangan fintech, digital payment, data analytics, hingga sistem keuangan syariah.
Dalam pemaparannya, Andi menekankan bahwa kurikulum manajemen keuangan yang adaptif bukan berarti meninggalkan fondasi ilmu keuangan klasik, melainkan menjadi jembatan antara teori yang kokoh dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Kurikulum perlu dibangun melalui integrasi antara fondasi ilmu keuangan, penguasaan teknologi, dan praktik nyata di lapangan.
FGD juga membahas pentingnya pendekatan learning by doing melalui studi kasus industri, simulasi pasar modal, proyek berbasis digital, hingga kolaborasi magang dengan industri keuangan dan fintech.
Selain itu, kemampuan membaca data, memahami regulasi, serta literasi digital dinilai menjadi kompetensi utama yang wajib dimiliki lulusan manajemen keuangan saat ini.
Sakinah Finance turut mendorong penguatan dimensi keuangan syariah dan aspek sosial dalam kurikulum. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pentingnya sertifikasi perencanaan keuangan sebagai _value added_ lulusan yang dapat dicantumkan dalam SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah), sehingga mahasiswa memiliki kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menurut Andi Irawan, lulusan keuangan masa depan tidak cukup hanya memahami aspek profitabilitas, tetapi juga perlu memiliki social awareness, memahami inklusi keuangan, ESG (Environmental, Social, Governance), serta mampu memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Yang dibutuhkan industri saat ini bukan hanya lulusan yang mampu menggunakan tools digital, tetapi lulusan yang mampu membaca data, mengambil keputusan, dan mengkomunikasikan solusi keuangan secara bertanggung jawab,” ujar Andi Irawan dalam sesi diskusi.
Melalui partisipasi dalam FGD ini, Sakinah Finance berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya pada bidang manajemen keuangan berbasis industri, teknologi, dan nilai-nilai kebermanfaatan sosial.
Kolaborasi antara kampus dan praktisi diharapkan mampu mencetak lulusan yang lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja dan perkembangan ekosistem keuangan digital di Indonesia.
Sumber:
Humas Sakinah Finance


