Warga Indonesia di Baltimore Gelar Ngaji Bersama dan Nonton Bareng Final Piala Dunia

Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, 19 Juli 2026 — Sebagai rangkaian penutup program “Halaqah Across Canada and USA”, Dompet Dhuafa USA menyelenggarakan kegiatan Ngaji Bareng bersama Murniati Mukhlisin, yang dikenal luas sebagai Madam Ani, di Baltimore, Maryland. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 50 diaspora Indonesia beserta keluarga, termasuk sejumlah pasangan warga Amerika yang turut hadir dalam acara tersebut.

Acara yang berlangsung di kediaman pasangan diaspora Indonesia Tomi dan Yati ini mengangkat tema “Building Wealth & Retirement Readiness: Smart Money Strategies for Women, Families, and Small Businesses” atas permintaan Leli Koentjoro, Ketua Diaspora Indonesia Empowering Women Association (DIEWA) sekaligus Ketua Panitia.

Turut hadir dalam acara tersebut Ahmad Juwaini, Pimpinan Dompet Dhuafa di Jakarta; Sigit Pambudi, Board Chairman Dompet Dhuafa USA; Sitti Sahro Locke, Executive Director Dompet Dhuafa USA; Thomas Locke, Founder Comfasion USA; serta Nina Marliani dari Sakinah Finance, Bogor, Indonesia.

Dengan mempertimbangkan kehadiran beberapa pasangan warga Amerika yang belum memahami bahasa Indonesia, Madam Ani menyampaikan kajian dalam bahasa Inggris. Dalam kajiannya, ia mengajak peserta untuk mentadaburi empat surah berurutan dalam Al-Qur’an, yaitu QS Al-Zalzalah, Al-ʿĀdiyāt, Al-Qāriʿah, dan At-Takāthur.

Madam Ani menjelaskan bahwa keempat surah tersebut memiliki keterkaitan tema yang kuat melalui penggunaan uslūb al-balāghah (retorika bahasa Al-Qur’an) yang menekankan kepastian hari kiamat, hari perhitungan, serta peringatan terhadap manusia yang terlalu larut dalam mengejar kesenangan dan kemewahan dunia.

Menurut Madam Ani, pesan utama dari surah-surah tersebut adalah pentingnya keseimbangan antara ikhtiar duniawi dan kesadaran akan pertanggungjawaban akhirat. Dalam konteks kehidupan modern, termasuk dalam berbisnis dan mengelola keuangan keluarga, setiap harta dan keputusan yang dimiliki manusia akan dimintai pertanggungjawaban.

Madam Ani, yang merupakan lulusan Doktor Bidang Akuntansi Syariah dari University of Glasgow, Inggris, serta Doktor Bidang Al-Qur’an dan Tafsir dari Universitas PTIQ Jakarta, menyampaikan bahwa nilai-nilai bisnis Islam dapat ditemukan dalam keteladanan Rasulullah SAW melalui empat sifat utama, yaitu Ṣiddīq (jujur), Amānah (dapat dipercaya), Faṭānah (cerdas dan kompeten), serta Tablīgh (menyampaikan kebaikan).

“Sebenarnya prinsip-prinsip yang banyak ditulis oleh para pakar bisnis dunia tidak jauh dari konsep tersebut. Implementasi sifat faṭānah dalam kehidupan bisnis dapat diwujudkan melalui pencatatan keuangan usaha dan keluarga secara tertib serta memisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi agar pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan keluarga menjadi lebih baik,” ujar Madam Ani.

Pada sesi akhir, Madam Ani menghubungkan pentingnya perapian keuangan keluarga dan bisnis dengan perencanaan waris Islam (farā’iḍ). Ia menjelaskan bahwa memahami pembagian waris sejak dini merupakan bagian dari tata kelola keuangan keluarga yang bertanggung jawab.

Salah satu peserta bernama Fin mengungkapkan pengalaman menarik ketika pertama kali mencoba menghitung pembagian waris keluarganya sendiri. Dengan menggunakan metode yang dijelaskan, ia berhasil menyelesaikan perhitungan dalam waktu singkat. “This is my first time to do this calculation and it is that simple,” ujar Fin.
Ia kemudian menjelaskan hasil perhitungannya terhadap harta peninggalan ayahnya: “ So my mom will get 2/16, I will get 7/16, and my brother in Indonesia will receive 7/16 of the house that my father inherited for us” kata Fin lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Juwaini juga menjelaskan perjalanan Dompet Dhuafa yang telah berkiprah sejak tahun 1993 di Indonesia dengan fokus pada bidang sosial kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Saat ini, Dompet Dhuafa telah memiliki lima cabang internasional di luar negeri, yaitu di Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Australia.

Ahmad Juwaini menyampaikan bahwa kunjungannya ke Amerika Serikat juga berkaitan dengan undangan sebagai pembicara dalam International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC) 2026 yang diselenggarakan di World Bank Headquarters, Washington, D.C. Konferensi tersebut diselenggarakan oleh IMAAM, Universitas Tazkia, dan Sakinah Finance, dengan dukungan Office of the Executive Director for Southeast Asia Voting Group (EDS16), World Bank Group.

Selama berada di Amerika Serikat, Ahmad Juwaini juga berkesempatan mengunjungi beberapa lembaga internasional seperti Ford Foundation, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gates Foundation, serta bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat dan Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York.

Acara kemudian ditutup dengan kegiatan Nonton Bareng Final Piala Dunia yang dipimpin oleh Haris Koentjoro. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturrahim antaranggota diaspora Indonesia di Amerika Serikat. Pertandingan final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina tersebut berakhir dengan kemenangan Spanyol 1–0 atas Argentina.

“Ajang nobar ini bukan hanya untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturrahim dan kebersamaan antar diaspora Indonesia,” ujar Haris Koentjoro, arsitek ternama yang dikenal melalui berbagai karya seperti Pondok Indah Mall dan Masjid Raya Pondok Indah. Haris dan keluarga telah menetap di Amerika Serikat selama 15 tahun.

Sumber: Humas Sakinah Finance

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
Chat with us on WhatsApp
Scroll to Top