Susah-gampang menyusun anggaran. Dengan berbagai formula, semakin banyak keluarga Indonesia yang telaten menyusun anggaran untuk keuangan keluarga yang tertib dan sakinah.
Ada yang pakai rumus 40:30:20:10, atau formula Saad Ibn Waqas (Rumus Sepertiga). Atau lainnya, termasuk rumus ‘sesuai perasaan’.
Memang sih, menyusun anggaran itu setengah teknikal (saintifik), setengah perasaan (seni).
Pertanyaan yang sering muncul, berapa persen atau berapa besar nominal untuk healing? Berapa sering dijadwalkan?
Jawabannya bisa 0 (nil), sampai tak terhingga.
Healing terbaik, dan gratis, tentu saja adalah ruku’ dan sujud di sepertiga malam.
Namun untuk hal-hal yang ‘lebih duniawi’, porsi healing akan bervariasi bagi setiap keluarga. Rule of thumb yang bisa diikuti adalah sebagai berikut:
– Liburan keluarga, usahakan setahun sekali dan bermakna. Bisa digilir antara dalam negeri dan luar negeri. Menabung 5% dari pendapatan per bulan cukup untuk alokasi liburan, dengan durasi tabungan/investasi yang bervariasi sesuai destinasi. Luar negeri mungkin perlu nabung setahun.
– Rekreasi keluarga, minimal dua bulan sekali. Piknik di tepi sawah pun jadilah. Untuk piknik, atau makan di luar, bisa dianggarkan dalam pos khusus mis. makan di restoran, trekking, kemping, dst.
– Selain liburan dan rekreasi, healing juga bisa dengan hobby atau sekedar aktivitas santai. Tidak harus biaya besar atau direncanakan dengan investasi. Cukup alokasi dalam budget bulanan, mis. beli buku, nonton, dst.
Sudah cukup? Belum dong, tapi sisanya untuk next tips aja. Sekarang marii kita healing tipis-tipis dulu. Yuuk…



