1/3 adalah pecahan yang unik. Angka 1/3 digunakan dalam beberapa skenario atau situasi dalam tuntunan Islam. Yang paling popular adalah tuntunan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman.
Dalam hadits yang masyhur, Nabi SAW menganjurkan agar lambung kita dalam satu waktu dipenuhi dengan 1/3 makanan, 1/3 minuman, dan 1/3 udara.
Terbukti bahwa ini resep sehat yang secara empiris dan medis telah terbukti baik untuk tubuh kita.
Tambahan sunnah Nabi SAW untuk konsumsi yang konsisten dengan formula 1/3 ini adalah: ‘makanlah sebelum lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang’.
Dalam perilaku konsumsi ini sebenarnya rumusan yang menarik, karena ilmu ekonomi moderen menganjurkan konsumsi optimal itu yang memberi kepuasan tertinggi.
Dan titik paling optimal adalah ketika kurva anggaran bertemu dengan kurva tingkat kepuasan (utilitas). Seolah mengatakan kepuasan dan tingkat manfaat konsumsi itu hanya dibatasi oleh kemampuan keuangan.
Namun, dalam ilmu ekonomi juga dikenal konsep diminishing marginal utulity. Yaitu, kepuasan konsumsi akan meningkat dengan tambahan unit barang yang dikonsumsi mis. porsi ke-2, 3, dst dari makanan, namun setelah jumlah tertentu, tambahan porsi ini justru bikin mual, dan utilitas menurun sampai malah negatif.
Jadi kalau kita cerna Hadist tentang mengisi lambung secara proporsional dan makan sebelum kenyang, sesungguhnya kita melakukan konsumsi pada titik kepuasan yang paling optimal – baik jangka pendek (ketika sedang konsumsi) dan jangka panjang (dampak kesehatan lambung).
Maka sungguh, kalau kita renungkan, sunnah Nabi Muhammad SAW tentang konsumsi ini sangat konsisten dengan ilmu yang datang kemudian.
Dan 1/3 menjadi rumus yang paling penting untuk diterapkan.
Kali ini kita bahas untuk makan-minum dahulu, lain kesempatan kita akan bahas penerapan formula sepertiga ini dalam banyak lagi aspek keuangan keluarga.
Penasaran? Ikuti terus #SFdailywisdoms #365tips #SakinahFinance.



