Kepada Yth.
Ibu Murniati,
Assalamu’alaikum wr.wb.
Saya suka membaca rubrik ini dan saya sedang coba praktekkan. Saya dan suami berbisnis kecil – kecilan dan berpenghasilan tidak tetap artinya tidak menerima gaji bulanan seperti pegawai kantoran, bagaimana caranya membuat perencanaan keuangan keluarga? Anak – anak kami masih sekolah. Harapan kami adalah dapat rajin menyisihkan uang untuk masa depan anak – anak dan dana hari tua.
Fitri, Bumi Menteng Asri, Bogor
Yth. Ibu Fitri di Bumi Menteng Asri, Bogor
Wa’alaikumussalam wr.wb.
Terima kasih atas motivasi ke rubrik ini. Perencanaan keuangan keluarga tidak memandang penghasilan bulanan saja, boleh juga dibuat mingguan kemudian ibu menjumlahkannya menjadi tahunan sebagai bahan diskusi dengan suami di akhir tahun. Hal ini penting supaya di tahun mendatang ibu dan suami dapat membuat rencana yang lebih baik lagi untuk mencapai tujuan – tujuan yang sudah ibu dan suami cita – citakan seperti di atas. Berikut adalah ilustrasi bagaimana pengaturan pendapatan dan pengeluaran yang mungkin bisa dijadikan pedoman ibu.
Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Qur’an dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa.” Karena salah satu niat ibu dan suami adalah dalam rangka memenuhi kewajiban sebagai orangtua, insyaAllah perencanaan keuangan keluarga ibu dan suami dimudahkan oleh Allah S.W.T. Amin.




