Hemat pangkal kaya, kata pepatah lama. Meski tidak semua bentuk penghematan akan membawa kepada kekayaan, namun berhemat adalah kebiasaan yang baik, dan terpuji. Karena lawan hemat hanya satu, boros. Dan imaji banyak orang tentang si pemboros adalah buruk, tercela.
Namun hemat seolah sekarang dianalogikan dengan pelit, dan miskin. Padahal banyak orang yang pemurah dalam beramal, sedekahnya banyak setiap hari, tetapi tetap pandai berhemat.
Hemat juga bisa disamakan dengan hidup dibawah kemampuan, atau frugal.
Apa langkah paling mudah untuk berhemat? Untuk yang bekerja di luar rumah, paling mudah adalah selalu membawa bekal – minimal untuk makan siang. Kalau setiap kerja saja, kita bawa bekal, minimal akan menghemat sebesar Rp per bulan.
Ini hitungannya. Asumsi makan siang setiap hari adalah Rp20 ribu, atau sekitar sebulan adalah Rp400.000. Kalau setahun penuh maka biaya makan siang adalah sebesar Rp4.800.000. Katakanlah untuk bekal makan siang hanya Rp10 ribu, dengan nasi komplit plus pisang atau jeruk. Maka setahun bisa menghemat Rp2,4 juta. Kalau dikali 10 tahun terkumpul Rp24 juta dari hanya menghemat makan siang.
Bagaimana kalau hal yang sama juga dilakukan untuk sarapan (bawa roti, pisang goreng, dll), ngopi, dan seterusnya.
Namun tentu saja, nasihat berhemat itu seperti mengajari ikan berenang, Semua orang juga tahu. Gitu kan, yang Anda katakan?!
Nah, kalau sudah tau, ayo buktikan. Ayo praktikan. Yuk, bisa yuk!



