Nudging untuk beramal??

Sedekah, infaq, atau donasi lainnya harus diniatkan, dan kalau perlu didesain untuk tanpa effort besar langsung terlaksana. Atau ditowel secara desain, kerennya di-nudge.

Nudging adalah manipulasi atau ‘senggolan’ secara halus untuk merubah perilaku seseorang.

Kencleng di Masjid contohnya. Sebenarnya ini adalah nudge yang membolehkan jamaah untuk berinfaq, karena kotak amal lewat di depan setiap jamaah. Tanpa jamaah harus bergeser sedikitpun.

Bagaimana supaya di zaman digital juga bisa auto-beramal? Nudge apa yang bisa disiapkan?

Untuk zakat atau infaq yang sifatnya rutin, misalnya bulanan atau tahunan, nudging paling disarankan adalah dengan membuat standing instruction. Dengan SI ini, bank kemudian akan secara terjadwal memindahbukukan sejumlah uang kepada rekening dituju. Jadi, secara otomatis, setiap bulan kita auto-beramal.

Selain itu, fitur transaksi terjadwal (scheduled transaction) yang ada di mobile banking juga bisa dimanfaatkan. Sehingga secara terjadwal bank akan langsung mendebit ke rekening tujuan.

Untuk transaksi yang tidak rutin dan nominal yang tidak tetap, fitur yang bisa dimanfaatkan adalah transaksi favorit. Sehingga setiap kali akan transaksi bisa langsung ke tombol favorit.

Nudging lain adalah dengan mengaktifkan notifikasi atau reminders di smart phone, atau yang dikirim email. Namun ini hanya untuk mengingatkan untuk beramal, misalnya sedekah subuh, nabung untuk qurban, dst.

Dengan mengkondisikan diri sedemikian rupa, melalui nudging, insyaAllah amal jariyah akan terlaksana secara otomatis.

Jadi tidak ada alasan untuk tidak beramal. Bisa ya?!

#SFdailywisdoms #365tips #SakinahFinance

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
Chat with us on WhatsApp
Scroll to Top