Dalam bukunya Happy Money, Ken Honda membagi uang menjadi dua jenis, yaitu uang bahagia dan uang sengsara.
“Happy money is all the money circulated with love, care, and friendship. Happy Money makes people smile and feel loved and cared for deeply.”
Sementara, “Unhappy Money is the kind of money you use to begrudgingly pay your rent, bills, and taxes. Money circulated in frustration, anger, sadness, and despair is Unhappy Money.”
Menurutnya uang yang kita miliki harus membawa kebahagiaan, bukan sebaliknya. Dan Honda memberikan lima cara untuk menjadikan uang yang kita miliki memberikan senyuman, bukan kesengsaraan.
1. Shift out of the scarcity mind-set. Berfikir cukup dan berlebih (abundant), karena ketika mind-set hidup adalah kecukupan, attitude dalam bekerja dan mencari nafkah akan lebih positif. Energi positif membuka pintu-pintu rezeki, dan pengeluaran lebih terukur.
2. Forgive and heal your money wounds. Kesalahan masa lalu dalam mengelola keuangan jangan menjadi hambatan untuk kita berbenah dan menjadi financial manager yang lebih baik.
3. Discover your gifts and get into the flow of Happy Money. Identifikasi passion atau talenta terbaik anda dalam hidup, dan jadikan kelebihan tersebut sebagai senjata dalam pengelolaan keuangan.
4. Trust life. Yakini bahwa dalam hidup ini banyak yang akan mendukung kita. Kita tidak sendirian.
5. Say arigato all time. Rasa syukur dan sering berterima kasih (arigato) adalah resep kebahagiaan, termasuk dalam mengundang uang bahagia ke dalam hidup kita.
So, mari sama-sama kita benahi mind set, dan berupaya supaya uang yang dimiliki sekarang adalah happy money, bukan unhappy money. Yuk, bisa yuk.
