Shadaqah dan happiness

Apa persamaan antara Ustadz Yusuf Mansur dengan Michael Norton, seorang Professor dari Universitas Harvard?

Jawabannya mungkin tidak ada. Namun ada satu pandangan kedua orang ini yang mempunyai kesamaan. Kalau Ustadz YM sangat giat menghidupkan kecintaan kita dalam berbagi dan bershodaqah, yang menurut beliau membawa begitu banyak ‘mukjizat’, misalnya seperti dimuat dalam Wisata Hati, maka Professor Norton secara ilmiah menemukan bahwa orang akan lebih bahagia ketika memberi sesuatu/uang kepada orang lain.

Hal ini dituangkan oleh Norton dalam jurnal ilmiah Science terbitan 21 Maret 2008, sebagaimana dikutip dari jurnal online Harvard Business School bertajuk Spending on Happiness.

“giving other people even as little as $5 can lead to increased well-being for the giver”.

Ada apa ini? Kenapa sekolah bisnis ternama membahas riset tentang sesuatu yang sangat tidak ‘materiil’ seperti ini? Apa Harvard sudah kehabisan bahan penelitian? Jawabannya kira-kira:

  • How much money people earn is less important for their happiness than how they choose to spend it.
  • Although people believe that having money leads to happiness, new research suggests they are happier if at least some of the money is given to others.
  • Companies might want to think creatively about how to encourage employees to spend their bonuses. Likewise, organizations could look at alternate ways to participate in charitable giving.   

Bagaimana pendapat Anda? Kalau saya bilang ini merupakan bukti bahwa altruism atau sifat pemurah itu memang akan membawa kebahagiaan. Dan ini bukan saja sekedar nilai moral yang dilakukan atas dasar iman, tetapi juga secara ilmiah mulai bisa dikuak kebenarannya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
Chat with us on WhatsApp
Scroll to Top