
Beberapa minggu yang lalu kami berkesempatan mengunjungi beberapa kota di Eropa.
Pengalaman kami, ketika terpaksa harus menukar uang dari Euro ke Swiss Franc – karena Swiss tidak menggunakan Euro, dan sebaliknya, serta ketika menukar Pound Sterling ke Euro, kurs yang ditawarkan money changer di Paris, Amsterdam dan Bonn, sangatlah tidak menguntungkan. Selain nilai tukar yang murah, semua exchange yang kami kunjungi mengenakan komisi tidak kurang dari 3 Euro (hampir 50,000) per transaksi, per mata uang.
Kalau dihitung, untuk komisi saja kami harus mengeluarkan hampir 10 Euro ke beberapa money changer. Mungkin lebih murah kalau kita mengambil uang di ATM lokal. Beruntung kami tidak perlu sering menukar uang selama 14 hari perjalanan ini, karena kami memang sudah mempersiapkan dana dalam Euro sejak tahun 2011, sebelum berangkat ke UK.
Dari pengalaman ini, setidaknya untuk perjalanan ke Eropa, sebaiknya semua dana dipersiapkan dalam mata uang Euro (atau mata uang lokal tempat tujuan kita) ketika masih di Indonesia. Selain masih mungkin mendapatkan kurs yang bagus, kemungkinan dikenakan komisi beberapa kali bisa dihindari.
Bagaimana kalau US Dollar? Mata uang yang menjadi pilihan pertama banyak orang Indonesia ketika ke luar negeri ini, juga akan mengalami nasib serupa ketika di Eropa.***



