Cerita Soto Lamongan/Nasi Uduk Pandan Wangi (Babakan Madang, Sentul, Bogor)
Bulan lalu saya keukeuh mau tunjukan suami warung nasi uduk yang pernah saya datangi sebelumnya. Menurut saya enak. Setelah maju mundur parkir sana sini, ga jumpa.
Akhirnya ketika tiba di warung kesekian, kami pun berhenti. Setelah melihat penjualnya, suami bergumam, kayaknya kenal. Oiya saya rasa juga demikian.
Ternyata penjual suami istri ini sudah jualan sejak Januari 2006. Tahun itu merupakan tahun kedua kami hijrah ke Sentul City dari Cibubur. Kami sering bawa anak-anak makan di sana.
Saat itu saya ingat mereka hanya bermodalkan meja dan bangku panjang, menyewa tempat pinggir jalan, di belakangnya tempat tidur petakan, dengan satu anaknya yang masih bayi.
Setelah 13 tahun pasangan suami istri tersebut berhasil membeli petakan itu bahkan membeli lagi petakan di belakangnya.
Saat ini dua petakan digabung dan mereka membangun ruangan di lantai dua.
Tempatnya masih sederhana namun sudah milik sendiri. Puas wajah suami istri itu ketika mengungkapkannya.
Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil.
Ayo semangat, perbaiki yang salah, pastikan lebih baik besoknya. Selalu gabungkan doa dan ikhtiar. Azamkan keuangan keluarga kita untuk senantiasa menjadi lebih baik.
Salam Sakinah!
sakinahfinance.com



