99 Ekonom Syariah: Halal Dimulai dari Keluarga

JAKARTA, 16 Oktober 2026 – Penguatan ekonomi syariah perlu dimulai dari literasi, kolaborasi lintas sektor, hingga penerapannya dalam kehidupan keluarga.

Hal ini dibahas dalam peluncuran buku “Membangun Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Tengah Arus Global Lewat Gagasan 99 Ekonom Syariah Indonesia” oleh Center for Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Bank Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC), dalam rangkaian Islamic Sharia Economic Forum (ISEF) 2026.

Kegiatan Talkshow ini dibuka oleh sambutan dari Nur Hidayah selaku kepala CSED INDEF dan Amirsyah Tambunan dari Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia.

“Literasi tidak bisa satu arah, tapi harus berkesinambungan” Ujar Nur Hidayah.

Talkshow inspiratif ini dimoderatori oleh M. Cholidi Asadil Alam, aktor layar lebar, penulis dan alumni Universitas Tazkia.

Saat sesi berlangsung, Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI), Didin S. Damanhuri, menegaskan pentingnya keadilan sosial dan ekologis yang berakar dari keluarga.

 

“Islam dibangun oleh negara yang berkeadilan sosial, baik ekonomi, sosial, dan ekologi. Ia dibangun oleh keluarga yang sakinah mawaddah warahmah,” ujarnya.

Pakar ekonomi syariah Adiwarman A. Karim menekankan pentingnya memperkuat industri halal sebagai alternatif yang kompetitif bagi masyarakat.

“Kita harus mencari alternatif yang haram dengan memperbanyak dan membesarkan yang halal,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas, Rosy Wediawaty, menyampaikan bahwa penguatan ekosistem syariah telah diarahkan hingga tingkat daerah melalui koordinasi pemerintah dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).

Peneliti CSED INDEF, Pendiri Sakinah Finance sekaligus Guru Besar Akuntansi Keuangan Syariah yaitu Murniati Mukhlisin menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen ekosistem agar literasi halal memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Literasi halal adalah tanggung jawab ekosistem,” ungkapnya.

Murniati juga menyoroti pentingnya pengawalan sertifikasi halal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga Indonesia.

Sumber:
Humas Sakinah Finance

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat with us on WhatsApp
Scroll to Top