JAKARTA – Literasi keuangan syariah dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang tangguh, sejahtera, dan harmonis. Pengelolaan harta yang sesuai syariat, mulai dari penyusunan anggaran keluarga, perlindungan keuangan, hingga perencanaan waris, diyakini mampu mencegah berbagai persoalan yang kerap muncul di tengah keluarga.

Pesan tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk “Keluarga Tangguh Finansial dengan Keuangan Syariah: Mulai dari Budgeting, Perlindungan, hingga Perencanaan Waris” yang digelar di Aula Ir. Djuanda Lantai 5, Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026). Kegiatan hasil kolaborasi Sakinah Finance, ‘Aisyiyah, dan Allianz Syariah ini diikuti sekitar 150 peserta.
Founder Sakinah Finance sekaligus Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin, mengingatkan bahwa persoalan waris menjadi salah satu sumber konflik dalam keluarga apabila tidak dipersiapkan dengan baik sejak dini.
“Saudara hari ini, besok bisa menjadi musuh karena persoalan waris,” ujar Murniati.
Menurutnya, Islam telah memberikan panduan yang jelas dalam menjaga amanah harta. Setiap transaksi utang-piutang dianjurkan untuk dicatat dan disaksikan, sementara pengelolaan kekayaan perlu direncanakan secara matang agar memberikan keberkahan bagi keluarga.
Murniati juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi ‘Aisyiyah yang telah memasuki usia ke-99 tahun atas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan, keluarga, dan masyarakat.
Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DKI Jakarta, Syamsidar Siregar, mengatakan bahwa penguatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang berkemajuan. Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pencatatan aset, dan ilmu waris perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar dalam mengelola amanah harta.
Sementara itu, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam keynote speech bertajuk “Membangun Ketahanan Keluarga melalui Literasi dan Pengelolaan Keuangan Syariah”, menekankan pentingnya memperkuat ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta pengembangan usaha ekonomi Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian organisasi dan masyarakat.
Pada sesi materi, Trainer Sakinah Finance, Andi Irawan, mengajak peserta membangun kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin sesuai prinsip syariah. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi praktik judi online, pinjaman online yang merugikan, serta perilaku konsumtif yang dapat mengganggu ketahanan ekonomi keluarga.
Materi mengenai perencanaan keuangan keluarga turut disampaikan oleh Mery Ariyenti dari Allianz Syariah yang menjelaskan pentingnya mempersiapkan dana pendidikan, kepemilikan rumah, ibadah haji, dana darurat, hingga masa pensiun. Sementara itu, Yudit Yunanto memaparkan pentingnya manajemen risiko melalui perlindungan berbasis asuransi syariah sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga.
Seminar ini mendapat sambutan antusias dari peserta yang berasal dari berbagai unsur ‘Aisyiyah dan masyarakat umum. Tingginya minat terhadap literasi keuangan syariah mendorong penyelenggara untuk melanjutkan rangkaian edukasi ini.
Sebagai tindak lanjut, seminar akan berlanjut pada Kamis, 30 Juli 2026, dengan menghadirkan Murniati Mukhlisin untuk memberikan pendalaman materi mengenai perencanaan waris, pengelolaan keuangan keluarga, dan penguatan literasi keuangan syariah. Sesi lanjutan ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif agar peserta mampu menerapkan prinsip-prinsip keuangan syariah dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Melalui rangkaian seminar ini, penyelenggara berharap semakin banyak keluarga Indonesia yang mampu membangun ketahanan finansial, mengelola rezeki secara bijaksana, serta mempersiapkan masa depan keluarga melalui prinsip-prinsip ekonomi syariah yang membawa keberkahan.
Humas: Sakinah Finance


