Jakarta — Sakinah Finance menyelenggarakan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi 2026 bertajuk “Integrating Islamic Financial Literacy, Research Excellence, and Community Service” pada 16–17 Mei 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 dosen, guru, peneliti, praktisi, serta pimpinan institusi pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Workshop menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, industri, komunitas, dan lembaga strategis dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendekatan literasi dan perencanaan keuangan syariah.
Pendiri Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin, menyampaikan bahwa workshop ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan ekosistem akademik yang tidak hanya fokus pada pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak nyata. Penguatan literasi keuangan syariah yang saat ini cukup parah menurutnya perlu diintegrasikan dengan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat agar perguruan tinggi dan sekolah dapat berkontribusi lebih luas dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat saat ini.

“Kami berharap workshop ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas bagi dosen, guru, serta institusi pendidikan untuk membangun program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan berdampak, terutama pada peningkatan literasi keuangan syariah meningkat dari 43 persen dan inklusi keuangan syariah naik dari 13 persen” ujar Murniati.
Workshop ini turut menghadirkan sejumlah keynote speaker dan narasumber nasional maupun internasional, di antaranya Ryan M. Calder, Director Program of Islamic Studies, Johns Hopkins University, Maryland, USA, perwakilan sponsor utama yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Pegadaian Syariah, Bank CIMB Niaga Syariah, dan Maksindo, serta berbagai lembaga mitra strategis lainnya. Turut berpartisipasi sebagai pembicara dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam keynote speech-nya, Ryan menekankan pentingnya literasi keuangan syariah yang tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga berlandaskan maqashid syariah atau tujuan-tujuan syariah dan kebermanfaatan sosial bagi masyarakat.
Kegiatan workshop secara resmi dibuka oleh Arifin, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat yang menyampaikan dukungan terhadap penguatan kolaborasi pendidikan, komunitas, dan lembaga strategis dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya.

“Jakarta Pusat harus menjadi ruang kolaborasi yang terbuka bagi lahirnya inovasi pendidikan, penguatan literasi masyarakat, serta pengembangan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas” kata Arifin dalam sambutannya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti tiga sesi utama, yaitu pendidikan, penelitian dan publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain seminar dan panel diskusi, kegiatan juga diisi dengan coaching session, workshop intensif, networking akademik, serta penjajakan kerja sama antar institusi.

Penandatanganan dilaksanakan antara Sakinah Finance, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), International Financial Planners Association (IFPA), Kitabisa, dan QS399 bersama 42 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir penguatan kapasitas akademik, kolaborasi riset dan pengabdian lintas institusi, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis literasi dan perencanaan keuangan syariah yang berkelanjutan.
Sumber: Sakinah Finance


