Gerakan Berjimat Selepas Hari Raya: Mendorong Akses Umrah bagi Komunitas Disabilitas di Bandung

Bandung, 31 Maret 2026 — Upaya menghadirkan akses ibadah yang inklusif bagi penyandang disabilitas kembali diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Berjimat Selepas Hari Raya: Mari Umrah Bersama yang diselenggarakan di Masjid Ummi Maktum, Cicendo, Kota Bandung, Selasa (31/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh Encik Mohd Amin bin Haji Karim dan Encik Shamsuri bin Hj Ashaari selaku Penasihat Kutipan dan Agihan Lembaga Zakat Selangor, perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) wilayah Bandung, H. Adhitya Pujaswara Malik, serta 100 peserta dari komunitas disabilitas Kota Bandung.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PPDI Kota Bandung, Djumono, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam membuka akses dan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam aspek ibadah dan kemandirian finansial.

Selanjutnya, Murniati Mukhlisin guru besar Universitas Tazkia atau biasa dikenal sebagai Madam Ani selaku pendiri Sakinah Finance dan Sobat Syariah memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para peserta. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa program ini merupakan langkah awal dalam menanamkan niat menuju ibadah umrah bagi teman-teman disabilitas.

Beliau juga mengajak peserta untuk menguatkan doa, khususnya setelah shalat dhuha

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah milik-Mu, keindahan adalah milik-Mu, keindahan (kemuliaan) adalah milik-Mu, kekuatan adalah milik-Mu, kekuasaan adalah milik-Mu, dan perlindungan adalah milik-Mu.”

Sebagai penguat ikhtiar dan harapan dalam meraih kemudahan dari Allah SWT.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Encik Mohd Amin bin Haji Karim yang kembali membawa pesan dan salam dari Malaysia, khususnya dari Hajjah Nik Firdaus binti Tan Sri Nik Hussain. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan komitmen dukungan untuk pembukaan 100 rekening tabungan umrah/haji bagi komunitas disabilitas Kota Bandung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi literasi dan pelatihan perencanaan keuangan syariah oleh Diyar Ginanjar, alumni Sakinah Finance. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa literasi ekonomi syariah merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak disabilitas, khususnya dalam mengakses layanan keuangan yang adil, inklusif, dan sesuai prinsip syariah.

Setelah sesi literasi keuangan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan demonstrasi pembuatan kerajinan tangan berupa keset oleh Bapak Saniman Nugraha, seorang penyandang disabilitas netra. Demonstrasi ini menjadi inspirasi nyata tentang kemandirian dan produktivitas di tengah keterbatasan.

Sebagai penutup, pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) memberikan penjelasan terkait mekanisme pembukaan rekening tabungan umrah/haji, sekaligus mendukung implementasi program inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin terbuka peluang bagi komunitas disabilitas untuk tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesempatan yang sama dalam meraih impian spiritual menuju Baitullah.

Sumber: Humas Sobat Syariah

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat with us on WhatsApp
Scroll to Top